Informasi SMW Batam

Sabtu, 20 Februari 2021

Fang Sheng atau Vegetarian ?

 FANGSHEN SAMA DENGAN SAKSHEN, SEEKOR BURUNG YG DIBELI UNTUK DILEPAS BUAT FANGSHEN, AKAN MEMBUNUH  3 - 4 EKOR  BURUNG LAINNYA   


( Baca SAMPAE HABIS )。


 Sudut pandang lain dari Fang Shen yg menarik, ingin melepas bisa jadi malah mencelakakan dalam prosesnya:

Bijaklah dalam "Fang Shen"

Di sebuah ranting pohon yang rimbun, terdapatlah seekor ibu burung pipit yang kelihatannya tampak gelisah. Sesekali ia keluar dari sarangnya dan kemudian masuk lagi. Dari dalam sarang itu terdengar suara anak-anaknya yang sepertinya sudah mulai kelaparan.

Setiap Ibu burung keluar, anaknya berteriak - teriak. Ibu burung hanya bisa menyentuh mulut anak-anaknya seolah berkata " sabar ya nak, papamu bentar lagi pulang".

Sudah hampir dua jam papa burung pergi mencari makan, tidak biasanya sampai selama ini. Biasanya paling 15 menit si papa sudah pulang sambil bawa makanan dan bergantian menjaga anak-anak. " kemana ya si papa? Apa gerangan yang telah terjadi pada suamiku saat ini" pikir Ibu burung.

Tak tahan mendengar tangis anak-anaknya dan karena sudah tak sabar menanti akhirnya Si ibu burung memutuskan untuk mencari makanan. Lalu dia pun terbang menuju ke areal persawahan yang biasanya dikunjungi.

Setibanya di areal persawahan yang tampak mulai menguning, ada hal aneh yang dirasakannya. Biasanya persawahan ini penuh dengan teman-temannya yang beterbangan dan dihalau oleh pak tani. "kemana mereka semua ya" pikirnya sedikit curiga.

 Namun karena bayangan tangis anak-anaknya yang tengah kelaparan muncul dibenaknya, akhirnya ia tak mau terlalu banyak mikir.

Setelah sambil terbang ia memastikan bahwa pak tani tak menjaga sawahnya, akhirnya ia turun dan hendak hinggap ke sebatang ranting padi. Namun apa yang terjadi? Sebelum kakinya menyentuh batang padi, ada sebuah tali halus yang menyangkut di kakinya. Ia berusaha bergerak meronta mencoba melepaskan diri namun tali-tali itu semakin banyak melilit kaki mungilnya dan kedua sayapnya. Ia meronta lagi sembari berteriak - teriak, "tolong....tolong... tolong lepaskan saya". Semakin ibu burung meronta semakin banyak tali halus itu melilit tubuhnya dan semakin habis tenaganya.

Di tengah ketidakberdayaannya akibat terkena jeratan jaring halus, bayangan keempat ekor anaknya muncul kembali dibenaknya. " Maafkan ibu nak, Ibu tak bisa merawat kalian lagi"

Hari menjelang sore, tampak seseorang menarik-narik untaian jaring-jaring ini dan tiba-tiba tubuh si ibu burung serasa dijepit oleh sesuatu. Iya... Pak tani datang memegang dan melepaskan semua tali yang melilit tubuhnya. Ibu burung merasa lega karena akhirnya ada orang yang membebaskannya dari siksaan tali-tali itu.

Setelah semua tali terlepas ibu burung di bawa ke pondok Pak tani dan dimasukkan ke sebuah tempat yang ternyata berisi banyak sekali burung-burung yang senasib dengannya. Ia bingung kenapa kita ada di sin? "Ia mencoba bertanya kenapa kita tidak terbang? Bukankah kita sudah lepas dari ikatan tali- tali halus itu?"

"kita memang sudah lepas dari tali tapi kini masuk ke kandang yg sempit dan terkunci" kata seekor burung pipit lainnya. "oh tidak, bagaimana nasib anak-anakku? Suamiku?" pikirnya.

Di tengah padatnya isi kandang dan ributnya suara ratap tangis teman-temannya. Ibu burung mencoba mencari keberadaan suaminya yang mungkin saja ada di sini. Setelah mencari sampai kelelahan, akhirnya ia melihat sosok suaminya yang tergeletak lemah tak berdaya. Ibu burung mencoba memanggil-manggil suaminya.

 Sang suami membuka matanya dan melihat istrinya lalu berkata "maafkan saya bu, saya suami tak berguna. Sayap saya sudah patah bu, kaki saya sebelah patah bu. Maafkan saya, tolong jaga anak-anak kita" Ibu burung menangis melihat keadaan suaminya yang terluka, ia kemudian duduk menemani suaminya semalaman.

Suara kokok ayam berbunyi menandakan pagi telah tiba, semua burung yang dikandang terbangun.

 Mereka meronta menangis kembali karena ingin lepas bebas dari kandang sempit ini. Namun apa daya, kandang ini sangat kuat.

Ibu burung mencoba melihat suaminya yang berada disampingnya, diam, kaku tak bergerak. Ia mencoba membangunkan, namun tetap tak bergerak. Ibu burung sangat sedih dan menangis sambil memanggil suaminya yang kini telah tiada.

Tak berapa lama pak tani masuk ke pondoknya dan membawa kandang beserta isinya. Di pinggir sawah yang tak jauh dari sebuah jalan besar, pak tani meletakkan kandang di sebuah tempat. Lalu muncul petani lainnya yang memberikan lembaran kertas warna-warni kepada pak tani. Pak tani menerima dengan tersenyum.

Entah apa yang terjadi namun Ibu burung mendengar suara mesin dan merasakan kandang mereka bergerak menjauhi areal persawahan. Semuanya bersuara menangis, sama halnya seperti ibu burung yang menangis mohon dilepaskan demi anak-anaknya yang sedang kelaparan. Namun bagi pak tani suara burung ini hanyalah suara angin yang tak bermakna.

Setelah beberapa jam diperjalanan akhirnya sampailah ibu burung dan rombongan di sebuah tempat, di sana ia melihat banyak orang yang menyerupai pak tani namun pakaiannya warna warni indah.

Di sebelah kandangnya ia juga melihat kandang lainnya.

"Oh.... Tempat apakah ini pikirnya? Mengapa banyak orang membawa lidi yang ujungnya berasap? Mengapa anak-anak mendekati mereka, sesekali memukul kandang mereka layaknya ular mau memakan mangsanya".

Ini semua menambah ketakutan penghuni kandang. Membuat mereka makin beterbangan, bertabrakan dan berhimpitan dikandang sempit ini.

Tak berapa lama datanglah satu keluarga memberikan beberapa lembar kertas warna merah kepada pak tani ini. Lalu kandang kami diserahkan kepada keluarga ini. Kemudian anak-anak keluarga ini mulai membuka pintu kandang dan seolah-olah bergaya mengusir kami keluar kandang.

Semua teman-teman ibu burung keluar dan beterbangan tanpa arah. Ada yang sudah terbang malah jatuh ke bumi karena kecapaian, ada juga yang tak mampu terbang lagi.

Tiba giliran ibu burung keluar, sebelum keluar kandang ia melihat mayat suaminya dan mayat beberapa temannya yang malang. Setelah keluar kandang ibu burung secepatnya hinggap di sebuah ranting. Ia ingin memulihkan tenaganya dulu.

Dari atas ranting ia melihat ada keluarga lain yang membuka kandang yang disampingnya tadi. Ia merasa senang karena akhirnya teman-temannya yang lain telah bebas.

Sejenak ia merenung, apa maksud semua ini? " Kenapa kami ditangkap dan dilepaskan lagi. Kenapa petani-petani ini melakukan hal aneh seperti ini? Apa sebenarnya salah kami?"

Kini Ibu burung bingung, dia kini berada di daerah antah barantah. 

Sudah 3 hari dia terbang tak tentu arah hingga tubuhnya lemas. Ia tak menemukan makanan yang bisa dimakannya. Yang ada hanyalah pondok-pondok batu pak tani yang dindingnya berkilauan. Ketika melihat aliran sungai ia hanya melihat air hitam kelam.

Ia tak sanggup lagi terbang, ia hinggap di pinggiran sebuah pondok batu berdinding kilau yang sangat tinggi. Karena kelelahan dan kelaparan, iapun jatuh ke bumi. Sebelum tubuh kecilnya diterima bumi, terbayang olehnya wajah suami dan anak-anaknya.

Pesan kisah ini:

Seandainya ibu burung bisa berkata dalam bahasa manusia, ia hanya ingin katakan 

" WAHAI MANUSIA BERHENTILAH MENGASIHI KAMI, KAMI TIDAK APA-APA".

Tolong buat anda semua yang gemar melakukan kebajikan berupa pelepasan makhluk hidup (Fang Sheng), gunakanlah kebijaksanaan anda. Inilah yang terjadi jika anda melepaskan jenis hewan burung-burung yang sengaja di jual hanya untuk dilepaskan kembali. Biasanya burung-burung ini di jual di depan rumah ibadah.

TAHUKAH ANDA, ketika anda melepas satu burung secara tak langsung anda telah membunuh 4 ekor burung. Coba renungkan dimana letak perbuatan baik di sana? Alih alih anda berbuat baik, yang ada anda telah mencelakakan kehidupan makhluk lainnya.

TAHUKAH ANDA

DENGAN TIDAK MEMBELI BURUNG YANG SENGAJA DIJUAL UNTUK DILEPASKAN, MAKA ANDA TELAH MENYELAMATKAN RATUSAN NYAWA BURUNG LAINNYA.

TAHUKAH ANDA

Dengan tidak membeli burung-burung ini maka takkan ada lagi yang mau menjual burung ini, jika tak ada yang menjual maka takkan ada penangkapan. Jika tak ada penangkapan maka burung-burung ini hidupnya akan lebih bahagia.

Fang shen yang sebenarnya adalah dengan kita tidak memakan daging hewan (bervegetarian), berarti kita telah memberikan kesempatan kehidupan kepada makhluk lain, ini lebih baik

TAHUKAH ANDA,

Dengan me-like tulisan ini, manfaatnya sedikit. 

Namun dengan membagikannya kembali akan menyelamatkan banyak nyawa makhluk.

maka barulah kita boleh doa dengan ucap "Semoga semua makhluk berbahagia". 

Salam Harmonis

Tulisan ini saya copy dari orang lain. Ceritanya sangat bagus & memang dekat dgn kenyataan yang terjadi sekarang ini. Please jangan pernah lagi membeli burung2 kecil ini untuk difangshen. Kalau tidak ada lagi yg fangshen mereka, petani2 itu jg akan berhenti menangkap burung2 ini.

Selasa, 10 Maret 2020

Latihan Pra Ujian Sekolah 1-6 Kelas 9


Semoga Latihan Pra Ujian Sekolah ini bisa membantu kamu, dalam menghadapi Ujian Pendidikan Agama Buddha di Sekolah.


Selain sebagai latihan, dijadikan sebagai Penilaian Harian 1 - 6. ( PH 1 - 6 )

Semoga sukses ya !


Latihan Pra Ujian  Sekolah 1  Kelas 9

klik Link ini 

Latihan Pra Ujian  Sekolah 2  Kelas 9

klik Link ini

Latihan Pra Ujian  Sekolah 3  Kelas 9

klik link ini

Latihan Pra Ujian  Sekolah 4  Kelas 9

klik Link ini

Latihan Pra Ujian  Sekolah 5  Kelas 9

klik link ini

Latihan Pra Ujian Sekolah 6 Kelas 
Klik Link ini 

Minggu, 01 September 2019

Mulut Berbisa

*Mulut Berbisa* 

1. Seorang teman bertanya : 'Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".

Ia menjawab : "1,5 juta rupiah".

"Cuma 1,5 juta rupiah? 

Sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".

Sejak saat itu temanmu jadi membenci pekerjaannya. lalu dia meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan mem PHK nya. 

Kini temanmu malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

2. Saat arisan seorang ibu bertanya : 

"Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ? bukankah anak2 mu banyak ?". 

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. 

Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

3. Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : 

"Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"

"tidak ada" jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi : 

"Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? 
aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. 

Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya ?
Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya.

4. Seseorang bertanya pada kakek tua itu : 

"Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?" 

Si kakek menjawab : "Sebulan sekali". 

Yang bertanya menimpali : "Wah keterlaluan sekali anak2mu itu.

Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering". 

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2 nya. 

Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya. 

APA SEBENARNYA KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT KETIKA BERTANYA SEPERTI PERTANYAAN2 DIATAS ITU ???

Jagalah diri dan jangan mencampuri kehidupan orang lain. 

Jangan Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. 

Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dan lain2

Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini. 

Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri, bisa jadi kitalah sebenarnya yang menyalakan sumbunya..

Semoga bermanfaat.... 😀💪 

============================
Mari selalu bergaul dgn orang baik
dan bergabung dgn teman di sosmed yang baik

Jangan dengarkan dan Tinggalkan segera orang-orang dgn mulut BERBISA di dunia nyata maupun di dunia maya.

Jangan Ragu, Blok atau hapus segera fb atau komen-komen berbisa di fbmu yg bisa menimbulkan kebencian dan permusuhan antar sesama anak bangsa !!

Yakin lah hidup kita akan menjadi lebih baik, tenang dan bahagia 

Selamat pagi Kalyanamitta Adventure Team :)

Kamis, 25 Juli 2019

Bahan untuk tugas proyek - membuat kliping Power point RHBG



Download Bahan untuk tugas proyek - membuat kliping Power point RHBG 


klik Download kronologi Sang Buddha  

klik Download History Buddha Gotama 1 ( untuk dikerjakan )


klik Download History Buddha Gotama 2 ( untuk dikerjakan )



NB:

1. Gambar - gambar yang di power point sudah berurutan dengan kronologi Sang Buddha 
2. Anak - anak hanya tinggal mengetik kata keterangan di bawah gambar ( sesuai dengan gambar dan peristiwa yang terjadi)


Rabu, 24 Juli 2019

Download

Download Buku Paket Agama Revisi Terbaru

Buku Paket SD

kelas 1 klik Download

kelas 2 klik Download

kelas 3 klik Download

kelas 4 klik Download

kelas 5 klik Download

kelas 6 klik Download


Buku Paket SMP

kelas IX   klik Download

kelas VIII klik Download

Kelas VII klik Download


Download Buku  Cerita Riwayat Hidup Buddha Gotama 

Buku 1 klik Download

Buku 2 klik Download

Buku 3 klik Download


Download Doa Berkah versi word  klik Download

Download Doa Berkah Versi Video klik Download


Download 彌勒佛的引領 ( 祈願篇 ) -
Tuntunan Kasih Buddha Maitreya (versi doa) klik Download

Download Maitreya Penuntunku Versi Doa ( Indonesia ) klik Download

Download 彌勒佛的引領 ( 祈求篇)-
Tuntunan Kasih Buddha Maitreya (versi harapan)  klik Download

cerita Buddhis klik Download


Pancadhamma

lima kewajiban kita

1. Menyayangi semua bentuk kehidupan ( Metta-karuna )
2. Suka berdana atau bersedekah
3. Berpuas hati
4. Berbicara Jujur
5. Menjaga penyadaran dengan tidak mencoba narkoba dan miras