Informasi SMW Batam

Jumat, 30 Maret 2018

Tembang Air Muni



Tembang Air Muni 



Alami Bahagia Selamanya



Alami Bahagia Selamanya 


Siapa yang Memberi dia yang akan menerima

Menanam semangka akan berbuah semangka
itulah karma

karma adalah hukum sebab akibat



Menghargai Kehidupan



Menghargai setiap kehidupan
Sebab setiap kehidupan yang ada
Sangat berharga 


Kembali ke Alam




Ayo, kita biasakan diri untuk hidup dengan disiplin dan teratur
supaya kamu mengerti maksudnya apa

ayo nonton video ini


Segera Bahagia

Setiap detik , menit, dan jam kita harus berbahagia
yuk nonton dulu video ini yang durasinya tidak panjang


Dhammatoon Seri Kartun Buddhist 1 - 3

Dhammatoon Seri Kartun Buddhist 1



Dhammatoon Seri Kartun Buddhist 2


Dhammatoon Seri Kartun Buddhist 3




Lagu - lagu Buddhis 1

suatu Renungan di Malam Waisak



ku Yakin Slalu




OM MANI PADME HUM




Zui Mei De Xiao Rong



Diorama Riwayat Buddha Siddharta Gautama - Buddhist Festival 2008 Surabaya


Diorama Riwayat Buddha Siddharta Gautama - Buddhist Festival 2008 Surabaya by BEC Part I



Diorama Riwayat Buddha Siddharta Gautama - Buddhist Festival 2008 Surabaya by BEC Part II



Diorama Riwayat Buddha Siddharta Gautama - Buddhist Festival 2008 Surabaya by BEC Part III



Diorama Riwayat Buddha Siddharta Gautama - Buddhist Festival 2008 Surabaya by BEC Part IV





Tentang Memperingati Tri Suci Waisak




Mazbab Theravada

Kegiatan Puja Bakti Memperingati Tri Suci Waisak





Memperingati Tri Suci Waisak


Pesan Tri Suci Waisak 2017

Perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borubudur 


Lagu Malam Suci Waisak




Lat Pra USBN Agama Buddha 1

Silakan mencoba mengerjakan soal Pra USBN PAB 1 ini
untuk mengukur dan mengetahui persiapan diri Anda sudah mantap apa belum.



Kamis, 29 Maret 2018

Kasih Orang Tua Tiada Batas


Paritta Suci - Syair Perlindungan

Buku Paritta


LOVE YOU

Buku adalah gudang ilmu
yuk kita baca dan download


Kehidupan Remaja

A. Remaja Masa Kini


Perubahan pada remaja di pengaruhi oleh lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

- lingkungan keluarga berupa pendidikan dan keharmonisan  hubungan dalam keluarga
- lingkungan sekolah berupa pendidikan , suasana sekolah , hubungan guru dan siswa, maupun antara siswa dengan siswa lainnya
- lingkungan masyarakat berupa pergaulan antara remaja tersebut dengan remaja lain dan dengan orang - orang disekitar tempat tinggalnya.

ketiga lingkungan itu baik maka diharapkan remaja tumbuh dewasa dengan baik pula.

berbagai kemajuan di dunia yang begitu cepat dapat menjadi penyebab sulit tumbuhnya tiga lingkungan itu dengan baik. orang tua yang mencari nafkah sejak pagi hingga larut malam, ibu yang menggapai karier sehingga tidak jarang sejak bayi sampai anak-anak, hanya diasuh oleh baby sister. bayi sudah jarang minum ASI ibunya,sehingga sering ada istilah anak besar disusui sapi. Dekapan hangat ibu dan teguran tegas seorang ayah sudah jarang dijumpai dalam keluarga.

komunikasi dan curhat remaja dengan orang tua sudah jauh. Remaja lebih banyak bermain dengan handphone dan mencurahkan perasahaannya melalui sosmed ( sosial media ) seperti facebook, whatshapp, twiter dan sebagainya.Bahkan sampai temu muka sudah jarang terjadi, mereka banyak melakukan pertemuan di dunia maya.

pergaulan yang salah termasuk "pergaulan " lewat dunia maya , sering menimbulkan masalah di masyarakat. seperti :
- perkelahian antar pelajar ( tawuran pelajar )

- pornografi
- kebut - kebutan
- tindak kriminal seperti pencurian dan perampasan barang
- peredaran dan pesta obat - obat terlarang ( narkoba )
- dampak dari pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan


untuk mencegah terjadinya masalah tersebut, remaja harus mempunyai teman yang baik ( kalyanamitta), seperti yang Sang Buddha sampaikan dalam Dhammapada 328
" Apabila dalam pengembaranganmu engkau tak dapat menemukan seorang sahabat yang berkelakuan baik, pandai dan bijaksana, maka hendaknya ikutilah dia yang  akan membawa kebahagiaan dan kesadaran bagi dirimu yang akan menghindarkan dirimu dari kesukaran dan mara bahaya."

untuk orang tua seharusnya memberikan kesibukan dan mempercayakan sebagian tanggung jawab rumah tangga kepada anak. pemberian tanggung jawab ini harus dilakukan secara natural ( alami ).p Pemberian tanggung jawab dapat mengurangi anak ' menghabiskan waktu ' tidak karuan dan sekaligus melatih anak tahu tugas dan kewajiabn serta memiliki tanggung jawab rumah tangga. Hal ini melatih remaja untuk disiplin dan mampu memecahkan dan menyelesaikan masalah sehari-hari serta dilatih memiliki kemandirian.

Manusia makhluk sosial termasuk remaja didalamnya juga makhluk sosial , pasti hidup berbaur dengan lingkungan sekitarnya, baik itu lingkungan keluarga maupun lingkungan teman sebaya. Alam di sekitarnya langsung atau tidak langsung ikut mempengaruhinya. Dalam mengaktualisasikan diri di lingkungan , remaja ingin kehadiran atau keberadaannya di lingkungan tersebut diterima dan dihargai.

Banyak remaja yang mengalami penderitaan pada masa pertumbuhan mereka. Banyak remaja yang tidak berpengalaman dalam membangun hubungan dengan lawan jenis mereka. Mereka mencoba untuk menunjukkan keindahan lahiriah dan berusaha menarik perhatian lawan jenis mereka. Remaja yang merasa tersanjung akan dijadikan objek seks. remaja - remaja ini mencoba bukan menjadi diri mreka, tetapi mencoba menjadi seseorang yang mereka anggap dewasa. Mereka takut bahwa jika bersikap seperti apa adanya akan ditertawakan. Tingkah laku semacam ini menungkinkan terjadinya eksploitasi atas diri mereka.

Pergaulan bebas ini dalam agama Buddha disebut pelanggaran sila. Pelanggaran sila tersebut anara lain: membunuh mahluk hidup seperti melakukan aborsi ( menggugurkan kandungan ); melakukan tindakan asusila misalnya berpacaran tidak wajah sehingga hamil di luar nikah; mengonsumsi narkoba, minum minuman keras dan sejenisnya yang melemahkan kesadaran; melakukan pencurian dan penipuan.  jika ini semua dibiarkan maka menciptakan remaja yang tidak terkendali perbuatan , ucapan dan pikirannya akibat pergaulan bebas. seperti sabda Buddha dalam Muni Sutta
" Seorang yang masih muda memiliki pengendalian diri, tidak melakukan kejahatan , pikirannya terkndali dengan baik, tidak tergoda oleh kesenangan indera disebut sebagai orang suci oleh para bijaksana"

2 faktor penyebab remaja terjerumus daam pergaulan bebas yaitu :

1. faktor eksternal yaitu berasal dari luar dan yang paling berpengaruh adalah pola asuh orang tua. kurangnya perhatian keluarga atau orang tua menyebabkan anak menari perhatian lain yang terkadang malah menjerumuskannya ke dalam pergaulan bebas. salah satu hasil penelitian  menunjukkan bahwa pengawan orang tua yang tidak memadai, meliputi rendahnya pengawasan  terhadap remaja dan penerapan disiplin yang tidak efektif dan tidak sesuai merupakan faktor utama yang memunculkan kenakalan . sikap tidak disiplin terjadi karena sikap orang tua yang kasar dan mengasuh anak secara otoriter, kurangnya komunikasi dengan orang tua, perilaku orang tua yang menyimpang sehingga orang tua bercerai, dan ekonomi keluarga yang lemah. Ekonomi lemah terkait kemiskinan yang menyebabkan kebutuhan remaja tidak terpenuhi, memudahkan terjadinya krimnilitas di kalangan remaja.

Salah memilih teman dapat menyebabkan seorang remaja terjerumus ke arah pergaulan bebas.
Dalam Sukkhapathana Sutta :
"seperti orang mengikat ikan yang busuk dengan rumput rusa maka rumput rusa pun akan berbau busuk, orang yang tidak melakukan kejahatan bergaul dengna orang yang melakukan kejahatan makan akan dicurigai melakukan kejahatan dan nama buruknya akan berkembang".

Dalam Sigalovada sutta ,Buddha menjelaskan bahwa bergaul dengan orang yang buruknya merupakan salah satu sebab yang membawa pada kemerosotan batin.

Faktor eksternal lain adalah lingkungan . lingkungan dengan kebiasaan masyarakat yang buruk akan membawa dampak buruk terhadap perkembangan remaja.Remaja yang tumbuh di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang tinggi dapat mempengaruhi dirinya untuk melakukan kenakalan. Penyalahgunaan teknologi juga dapat menjerumuskan remaja berprilaku menyimpang, seperti penggunaan fasilitas internet untuk membuka situs porno dan berbagai hal yang berbau kekerasan. 

Albert Einstein mengungkapkan "Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta dan agama tanpa immu pengetahuan adalah lumpuh." kehidupan remaja dengan dunia modern yang tidak didasari dengan nilai keagamaan juga menjadi penyebab remaja yang berprilaku menyimpang.

2. faktor internal yaitu merupakan dasar karena berhubungan dengan persahaan , sikap dan pikiran dari remaja itu sendiri.  Pikiran yang terkontaminasi hal-hal negatif akan membawa  dampak negatif pula pada perkembangan jiwa, perasahaan, dan sikap anak. seperti sabda Buddha dalam  Dhammpada 1

" Pikiran adalah pelopor dan segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin , pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya bagaikan roda pedadi  mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya"


supaya remaja tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, maka harus :

- Penyebab kenakalan remaja harus dicegah. Seperti hujan yang tak dapat menembus rumah yang beratap baik , maka demikian pula nafsu tak dapat masuk ke dalam pikiran yang jernih.( Dhammapada 14 ). Jika seorang remaja sejak dini dibekali dengan landasan moral ( sila ) yang baik dan remaja itu sendiri rajin melatih pikiran dengan baik maka kemungkinan ia akan terjerumus dalam pergaulan bebas sangatlah kecil. yang dapat menimbulkan sila ialah malu berbuat ( hiri ) dan takut akan akibat perbuatan yang salah ( ottappa).

- Sejak dini remaja harus dikenalkan berbagai kegiatan religius agar dapat membentuk kepribadian yang baik. hal - hal baik yang ditanamkan dapat menjadi bekal yang dapat membenteingi diri dari berbagai hal negatif yang datang dari luar maupun dalam dirinya. Akan lebih baik kalau remaja mengikuti latihan pabbaja atau kegiatan lain di wihara. kegiatan ini dapat membantu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam dirinya.

- Peran keluarga penting dalam mengawasi perkembangan remaja. Dalam keluarga yang penuh kasih sayang , orang tua mendidik anak agar menghindari kejahatan dan menimbun kebaikan . Pola asuh orang tua terhadap anak hendaknya dilakukan secara maksimal. orang tua mendidik anaknya dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh dewasa yang membawa perubahan tingkah laku yang baik. Anak yang mendapatkan pendidikan yang baik akan berbakti dengna menunjang orang tuanya, membantu pekerjaan mereka , memelihara kehormatan dan kebiasaan ( tradisi keluarga ), menjaga warisan dengan baik dan mendoakan  mereka yang telah meninggal dunia ( Sigalovada Sutta )

- orang tua harus tahu kewajibannya kepada anak seperti yang disampaikan dalam Sigalovada sutta antara lain :
a. mencegah anak berbuat jahat; menganjurkan  anak berbuat baik
b. memberikan pendidikan profesional kepada anak
c. mencarikan pasangan yang sesuai untuk anak
d. menyerahkan harta warisan kepada anak saat yang tepat.

- nasihat Sabda Buddha dalam Sutta  :
a. Sabda Buddha "Orang tua menjauhkan anaknya dari keinginan jahat, tamak, marah, kikir, penipuan, curang, keras kepala, praduga, angkuh dan sombong, yang menjadi sebab ketidak sempurnaan , yang selalu mengotori moral , anak-anak harus dididik untuk hidup bersusila, bertindak dengan pikiran, ucapan dan perbuatan yang baik ". ( Vatthupama Sutta )
b. Dhammapada 78 " Jangan bergaul dengan orang jahat, jangan bergaul dengan orang berbudi rendah, tetapi bergaulah dengan sahabat yang baik, bergaullah dengan orang yang berbudi luhur"
c. Rahula Sutta "Bergaullah dengan kawan - kawan yang baik, kendalikanlah lima indera maka akan memperoleh ketenangan hidup"
d. Manggala Sutta "Tak bergaul dengan orang yang tak bijaksana , bergaul dengna orang yang bijaksana, itu merupakan berkah utama"
e.Angutara Nikaya "Barang siapa mengikuti kawan-kawan jahat,akan mengalami kehancuran. Barang siapa mengikuti kawan-kawan jahat, akan mengalami kemajuan"
f.Khagavisana Sutta "Orang harus bergaul dengan kawan yang terpelajar, yang mengetahui ajaran dan memiliki pengetahuan"
g. Buddha menekankan pentingnya pergaulan yang baik beliau bersabda, "Aku tidak melihat ada satu faktor lain yang sangat menolong seperti bersahabat dengan orang baik ( kalyanamitta )."
h. Sigalovada sutta "Demikian hendaknya seseorang dalam bergaul di kehidupan sehari - hari. ciri - ciri sahabat yang baik antara lain: sahabat penolong, sahabat pada waktu senang dan susah, sahabat yang meberikan nasihat baik dan sahabat yang bersimpati"
i. Selalu waspada , mengendalikan diri dan janganlah tergoda oleh nafsu indera. "Bagai seorang gembala dengan tongkat mengawasi ternaknya, sehingga mereka tidak berkeliaran dan merusak tanaman orang lain," demikian pula remaja harus dapat mengendalikan dirinya. Janganlah merusak masa depan dengan terjerumus dalam pergaulan bebas.

B. Parabhava Sutta

Berisi tentang percakapan antara seorang dewa dan Buddha mengenai penyebab keruntuhan spiritual. Malam hari ketika Buddha berdiam di vihara Anathapindika, datanglah dewa menghadap Buddha, menghormat Beliau, dan berdiri di satu sisi. Dewa itu berkata : Saya ingin bertanya kepada-Mu , Gotama , tentang manusia yang menderita keruntuhan. Saya datang kepada-Mu untuk menanyakan penyebab - penyebab keruntuhan itu.

Buddha menjawab: Dia yang mencintai Dhamma akan maju, dia yang membenti Dhamma akan runtuh. Dia yang senang berteman dengan orang jahat dan lebih menyukai ajaran dari orang jahat itu inilah penyebab keruntuhan seseorang . Suka tidur, cerewet, lamban, malas dan mudah marah inilah penyebab keruntuhan seseorang . Dia yang tidak menghormati ayah ibunya inilah penyebab keruntuhan seseorang . walaupun kaya tapi dia menikmatinya sendirian saja inilah penyebab keruntuhan seseorang . jika dia menjadi sombong karena keturunan , kekayaan , atau lingkungannya, serta memandang rendah keluarganya inilah penyebab keruntuhan seseorang . senang mabuk, berjudi, dan berfoya-foya inilah penyebab keruntuhan seseorang.

Dari Sabda Buddha ini maka remaja sebaiknya mengikuti pesan itu dengan cara antara lain bergaul dengna teman yang baik. Remaja yang mencintai Dhamma akan mempelajari dan mendalami Dhamma,serta berusaha melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melaksanakan Dhamma secara konsisten terus menerus batinnya akan bersih, kelakuannya akan menyenangkan orang tua, keluarga, teman maupun orang sekitar. Dalam segala hal remaja ini akan mengalami kemajuan. Remaja yang lebih senang berteman dengan orang jahat bahkan lebih menyukai ajaran dari orang jahat, tentu akan dijauhi teman-teman, tdak disukai oleh orang sekitar, dan akhirnya akan tersisih dari keluarga.


Evaluasi

1. Perubahan yang terjadi pada remaja yang paling menonjol dipengaruhi oleh ....
2. Agar terhindar dari pergaulan yang salah kita renungkan dan laksanakan Sabda Buddha dalam Dhammapada gatha ....
3. Pergaulan bebas dapat melanggar sila pancasila Buddhis sila ke ...
4. Sutta yang membahas tentang kemerosotan atau keruntuhan spritual adalah ....
5. Sahabat yang harus kita miliki adalah sahabat baik . Sahabat baik disebut juga ....
6. orang tua menjauhkan anaknya dari keinginan ahat, anak-anak harus dididik untuk hidup bersusila, bertindak dengan pikiran, ucapan dan perbuatan yang baik hal ini sesuai Sabda Buddha dalam ....
7. Hiri adalah ....
8. Pergaulan dengan sahabat yang baik dan berbudi luhur adalah merupakan petikan dari Dhammapada gatha ....
9. Ottapa adalah ....
10. Pergaulan bebas dalam agama Buddha disebut pelanggarann ....
11. Menurut kalian bagaimanakah kehidupan remaja masa kini ?
12. Mengapa remaja masa kini ada yang terjejak dalam pergaulan salah ?
13. Jelaskan apakah pergaulan bebas bertentangan dengan pelanggaran sila pancasila Buddhis !
14. Teman yang seperti apakah yang harus kita miliki sesuai dengan Sabda Buddha ?
15. Hal-hal apakah yang menyebabkan kemerosotan ?

Rabu, 28 Maret 2018

Panca Dharma - lima kewajiban




Panca Dharma / Lima Kewajiban

Pancasila bersifat pasif, sebaliknya Pancadharma bersifat aktif. Sifat aktif inilah yang membuat Pancadharma sering disebut sebagai Kalyana dharma yang memuliakan seseorang yang mempraktekkannya dengan kesungguhan.

Isi Pancadharma :

    1. Metta-Karuna
Yaitu perasaan cinta kasih dan welas asih yang terwujud melalui suatu keinginan untuk membantu makhluk lain mencapai kebahagiaan seperti yang dialami oleh dirinya sendiri.

   2.  Samma ajiva
Yaitu kesabaran dalam cara berpenghidupan benar. Perlu ditekankan disini bahwa kesabaran ini merupakan suatu bantuan besar bagi pelaksanaan sila kedua. Dapatlah dikatakan  bahwa hampir tidak mungkin seseorang dapat melatih sila kedua tanpa melatih dan mengembangkan samma ajiva.

   3. Santutthi
Yaitu perasaan puas terhadap apa yang telah menjadi miliknya. Dalam pelaksanaannya dengan sila ketiga, perasaan puas ini dapat dibedakan menjadi dua :

1.    Sadarasantutthi, yaitu perasaan puas memiliki satu istri. Dengan kata lain tidak meninggalkan istrinya pada waktu sehat maupun sakit, pada waktu muda maupun tua, dan tidak berusaha untuk pergi atau mencari wanita lain.

2.    Pativatti, yaitu rasa setia kepada suami. Rasa setia tidak terbatas pada waktu. Sekalipun suaminya telah meninggal dunia, ia lebih memilih menjanda seumur hidupnya meskipun sebenarnya oleh tradisi dan hukum negara diperkenankan untuk menikah lagi.

   4.  Sacca
Yaitu kejujuran yang diwujudkan sebagai keadilan, kemurnian, kesetiaan, dan perasaan terima kasih.

    5. Satisampajanna
Yaitu kesadaran dan pengertian benar. Dalam hubungannya dengan pelaksanaan sila, satisampajanna ini sering diartikan sebagai kewaspadaan. Kewaspadaan tersebut dibagi menjadi :

1.    Kewaspadaan dalam hal makanan dan minuman
2.    Kewaspadaan dalam hal pekerjaan.
3.    Kewaspadaan dalam hal bertingkah laku.
4.    Kewaspadaan terhadap hakikat hidup dan kehidupan.


Penerapan Pancadharma

Sifat-sifat mulia seorang Ariya berkaitan dengan sila dan praktek-praktek mulia Pancadharma (Kalyana Dharma). Orang yang melatih sila belum tentu sudah memiliki sifat-sifat mulia itu sebelumnya. Praktek-praktek mulia dari Kalyana Dharma ini akan membuat mulia bagi siapa saja yang melaksanakannya.

Pancasila Buddhis



PENERAPAN 

PANCASILA BUDDHIS 

DI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Pancasila berasal dari dua kata yaitu panca dan sila. Pengertian Panca dan  sila dalam pali dictionary electic yaitu : Panca berarti lima. Sila berarti sifat alami; adat kebiasaan; praktek moral; kode dari kemoralan. 
Jadi pancasila adalah lima adat kebiasaan atau praktek moral dalam agama Buddha. Pancasila adalah latihan moral tahap pertama dari seseorang yang akan memasuki kehidupan beragama menurut agama Buddha. Sila ini bila dilaksanakan dengan baik maka akan membawa kehidupan yang bahagia, baik sebagai manusia atau sebagai dewata. 
Pancasila Buddhis digunakan untuk seseorang yang akan memasuki kehidupan beragama Buddha ( sebagai upasaka dan upasika ). Sang Buddha bersabda bahwa,
 “Barang siapa sempurna dalam sila dan mempunyai pandangan terang, teguh dalam dhamma, selalu berbicara benar dan memenuhi segala kewajibannya, maka semua orang akan mencintainya"
                                                          (Dhammapada, XVI: 217).
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pancasila merupakan landasan utama dalam pengamalan ajaran agama Buddha. Sebagai umat Buddha pancasila Buddhis ini sebaiknya dilaksanakan dengan kesadaran dan kebijaksanaan yang baik serta tekun dan ketat. Dengan menjalani pancasila Buddhis sesuai ajaran Sang Buddha. Lima sila di dalam kehidupan sehari-hari ini apabila dilakukan, akan membawa  manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan aturan moralitas Buddhis bagi umat awan bertujuan untuk memperoleh kedamaian dan ketenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. Sila  adalah langkah terpenting dalam menjalani kehidupan untuk mencapai peningkatan batin yang luhur. Menjalani pancasila Buddhis dengan tekun, hendaknya umat tidak boleh melanggar pancasila Buddhis.
Pancasila Buddhis di dalam agama Buddha terdiri dari lima latihan moral, yaitu:
  1. Panatipata veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup).
  2.  Adinnadana veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan oleh pemiliknya).
  3. Kamesumicchacara veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri untuk menghindari perbuatan asusila).
  4. Musavada veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri untuk menghindari ucapan yang tidak benar)
  5. Surameraya majjapamadatthana veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri untuk menghindari segala minuman keras yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan) 



  1.  Panatipata veramani sikkhapada samadiyami
Yaitu aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup. Kita sebagai umat Buddha seharusnya menghindari diri dari pembunuhan makhluk hidup. Kita tidak boleh membunuh baik dari hewan yang paling kecil seperti semut, kutu sampai hewan yang besar.
Suatu pembunuhan telah terjadi apabila terdapat lima faktor, yaitu:
  1. Ada makhluk hidup.
  2. Mengetahui bahwa makhluk itu masih hidup.
  3. Berniat untuk membunuh.
  4. Melakukan usaha untuk membunuh.
  5. Makhluk tersebut meninggal karena usaha itu 
Apabila terdapat faktor  atau niat dalam suatu tindakan pembunuhan, maka telah terjadi pelanggaran sila pertama. Karena sila sangat berpengaruh pada kamma, dan kamma inilah yang akan membawa kemana kita akan terlahir kembali. Untuk itu hindarilah diri kita dari perbuatan pembunuhan. Senantiasa menginginkan kesejahteraan bagi semua makhluk dilandasi dengan rasa cinta kasih. Jadi seorang umat yang melanggar pembunuhan hidupnya tidak tenang, umurnya relatife pendek, dan cenderung memiliki penyakit.
Dalam Samyutta Nikaya (III, 15) Buddha mengajarkan bahwa “pembunuh melahirkan pembunuh”. Di kisahkan seperti cerita dari keturunan Raja Bimbisara. Keturunan Raja Bimbisara ini adalah mereka yang membunuh ayahnya masing-masing. Salah satunya adalah anak dari Raja Bimbisara yaitu Raja Ajatasattu yang membunuh Raja Bimbisara atau ayahnya. Ini adalah kisah singkat mengenai pembunuh melahirkan pembunuh.
2.    Adinnadana veramani sikkhapada samadiyami
Adalah aku bertekad akan melatih diri menghindari dari pencurian. Semua agama juga mengajarkan untuk tidak mencuri. Dalam agama Buddha, mencuri adalah pelanggaran sila kedua.  Buddha mengajarkan bahwa akibat mencuri akan membawa penderitaan bagi si pencuri itu sendiri. Hal ini diuraikan jelas di dalam kitab Samyutta Nikaya (III, 15). Ketika beliau berkata kepada para bhikkhu bahwa manusia mencuri akan berakibat: 
“ia akan terus merampok/ mencuri, hingga saat tindakan tersebut menjadi penyebab kematiannya”.
Jadi si pelaku itu akan terus mencuri, sebelum dia menyesal bahwa pencurian mengakibatkan dia terlahir di alam rendah. Untuk itu dia harus menyadari bahwa mencuri itu adalah perbuatan yang buruk serta melanggar sila.  Akibat melanggar sila adalah si pelaku  terlahir di alam apaya.
Suatu pencurian telah terjadi bila terdapat lima faktor, sebagai berikut:
  1. Suatu barang milik orang lain.
  2. Mengetahui bahwa barang itu ada pemiliknya.
  3. Berniat untuk mencurinya.
  4. Melakukan usaha untuk mengambilnya.
  5. Berhasil mengambil melalui usaha itu 
Yang dimaksud dengan berhasil melalui usaha itu adalah apabila barang itu telah berpindah dari tempat semula. Misalnya seseorang mengambil sepeda motor, dan sepeda motor itu sudah berpindah dari tempatnya, itu sudah dikatakan mencuri. Contohnya lagi, ketika seseorang mencuri dan tiba-tiba pemiliknya datang, dan kemudian ia mengembalikkan barang tersebut kepada pemiliknya, ia sudah dikatakan mencuri, karena barang tersebut sudah berpindah dari tempatnya. Pelanggaran sila berakibat sangat buruk, sesuai dengan kekuatan kehendak untuk mencuri, nilai barang yang dicuri dan tingkat kemajuan rohani pemiliknya (orang suci).
Bila kita tidak mau kehilangan apa yang kita miliki, kita tidak boleh mengambil barang milik orang lain. Seseorang hendaknya memiliki rasa saling menghargai kepemilikkan orang lain terhadap benda tersebut. Jadi dengan menghargai kepemilikkan orang lain, kita juga menghargai benda yang kita miliki.
3. Kamesumicchacara veramani sikkhapada samadiyami
Adalah aku bertekad untuk menghindari diri dari perbuatan asusila. Menahan diri merupakan hal yang terpenting dalam Buddhisme. Untuk itu kita harus menjaga perilaku kita sebaik mungkin, agar pelanggaran sila ketiga ini tidak muncul.  Perilaku seksual bermacam-macam, diantaranya: berzinah, perkosaan, dan perselingkuhan.
Suatu tindakan asusila telah terjadi bila terdapat lima faktor yang terdiri dari:
  1. Orang yang tidak patut untuk disetubuhi
  2. Mempunyai niat untuk menyetubuhi orang tersebut
  3. Melakukan usaha untuk menyetubuhinya
  4. Berhasil menyetubuhinya 
Mengenai orang yang tidak patut disetubuhi (agamaniaoutthu) adalah wanita-wanita sebagai berikut:
  1. Di bawah perlindungan ibunya (maturakkhita)
  2. Di bawah perlindungan ayahnya (piturakkhita)
  3. Dalam perlindungan ayah dan ibunya (matapiturakkhita)
  4. Dalam perlindungan kakak perempuannya atau adik perempuannya (bhginirakhita)
  5. Dalam perlindungan kakak lelakinya atau dalam perawatan adik lelakinya (bhaturakkhita)
  6. Dalam perlindungan sanak keluarganya (natirakkhita)
  7. Dalam perlindungan orang sebangsanya (gotarakkhita)
  8. Dalam perlindungan pelaksanaDharma (dhammarakkhita)
  9. Yang sudah dipinang oleh raja atau orang-orang yang berkuasa (saparidanda)
  10. Yang sudah bertunangan (sarakkheta)
  11. Yang sudah dibeli oleh seorang lelaki, atau telah digadaikan oleh orangtuanya (dhanakkheta)
  12. Yang tinggal oleh lelaki yang dicintainya (chandavisini)
  13. Yang rela dikawini oleh lelaki karena mengharapkan harta benda (bhagavasini)
  14. Yang rela dikawini oleh lelaki karena mengharapkan barang-barang sandang (patavansini)
  15. Resmi menjadi istri seorang lelaki dalam suatu upacara adat istiadat (odapattagagini)
  16. Yang menjadi istri seorang lelaki yang membebaskannya dari perbudakkan (abhatasumbatta)
  17. Tawanan yang kemudian dikawini oleh seorang laki-laki (dhajabata).
  18. Pekerja yang dikawini oleh majikannya (kammakaribhariya).
  19. Budak yang kemudian dikawini oleh majikannya (dasibhari).
  20. Yang menjadi istri seorang lelaki dalam jangka waktu tertentu (muhuttika
Yang dimaksudkan dengan berhasil menyetubuhi adalah berhasil memasukkan alat kelaminnya ke dalam salah satu dari rahim, dubur dan mulut walaupun sedalam biji wijen. Pelanggaran ini akan berakibat buruk, yang berat ringannya tergantung pada kekuatan yang mendorongnya dan cara pelaksanaannya, serta status atau tingkat rohani dari wanita yang bersangkutan, misalnya seorang bhikkhuni atau mereka yang telah mencapai kesucian. Buah kamma yang kita dapat, apabila kita melanggar sila ketiga yaitu kita tidak disenangi teman dan  mempunyai pasangan hidup yang tidak disenangi orang lain.
4. Musavada veramani sikkhapada samadiyami
Adalah aku bertekad akan melatih diri menghindari diri dari berbohong. Seorang umat awan hendaknya menghindari perkataan yang tidak benar dan selalu mengucapkan kata-kata yang sopan. Sehingga, di dalam hidup bermasyarakat akan tercipta suasana yang tenang, karena tidak ada kebohongan diantara semuanya.
Musavada telah terjadi bila terdapat empat faktor yang terdiri dari:
  1. Sesuatu atau hal yang tidak benar.
  2. Mempunyai niat untuk menyesatkan.
  3. Berusaha untuk menyesatkan.
  4. Orang lain jadi tersesat .
Buddha mengajarkan bahwa “ seseorang seharusnya mengucapkan hanya ucapan yang menyenangkan, ucapan yang disambut dengan gembira. Ketika diucapkan tidak membawa keburukan apa yang diucapkan adalah menyenangkan bagi orang lain” ( Samyutta Nikaya, 2010 :287).
Dalam kehidupan sehari-hari kita hendaknya berbicara dengan benar dan gembira. Suatu perkataan itu mengandung makna dan bermanfaat. Sehingga orang yang mendengar akan senang dengan ucapan kita.
Dalam Kakacupama Sutta Majjhima Nikaya 1, Buddha mengatakan bahwa, ucapan benar dapat terjadi apabila terdapat 5 syarat sebagai berikut:
  1. Ucapan itu tepat pada waktunya
  2. Ucapan itu sesuai kebenaran
  3. Ucapan itu lembut
  4. Ucapan itu bermanfaat
  5. Ucapan itu penuh cinta kasih.
Penjelasan di atas merupakan syarat dari ucapan benar. Seorang umat Buddha sebaiknya, melakukan 5 syarat di atas. Ucapan benar akan menimbulkan kebijaksanaan, menciptakan perdamaian dan menghilangkan perpecahan.
Ucapan yang tidak benar ini akan menimbulkan kamma buruk bagi pelakunya. Diantaranya, tidak dipercayai oleh orang lain, dan menderita karena dia telah mengucapkan perkataan yang tidak benar. Untuk itu hindarilah ucapan berbohong dan selalu mengucapkan kata-kata yang benar dan bermanfaat.
5. Surameraya majjapamadatthana veramani sikkhapada samadiyami
Adalah aku bertekad akan melatih diri dari menghindari minum minuman keras yang dapat melemahkan kesadaran. Hilangnya pengendalian terhadap kesadaran dapat mengakibatkan hilangnya pengendalian terhadap pikiran, ucapan dan perbuatan. Seseorang yang melanggar sila kelima ini kesadarannya hilang, dan dia dapat melakukan apa saja yang dapat membahayakan dirinya sendiri.
Sila kelima ini telah  dilanggar, bila terdapat lima macam faktor sebagai berikut:
  1. Sesuatu yang merupakan sura, meraya, atau majja.
    1. Ada niat untuk meminum, menggunakannya.
    2. Meminum atau menggunakannya.
    3. Timbul gejala-gejala mabuk 
Tujuan dari pelaksanaan sila kelima ini adalah untuk melatih kesadaran kita terhadap segala hal yang dapat memperlemah pengendalian diri dan kewaspadaan. Dengan mengontrol pikiran dengan benar, dan selalu waspada terhadap segala tindakan yang kita perbuat. Jadi, waspadalah terhadap semua tindakan yang akan kita perbuat.
Dari uraian-uraian di atas, dapatlah kita ketahui bahwa peranan pancasila Buddhis dalam kehidupan sehari-hari sangat bermanfaat terlebih-lebih pada zaman sekarang. Dimana zaman sekarang banyak umat Buddhis yang moralitasnya turun. Di samping moralitas mulai turun, mereka juga belum mengerti sepenuhnya tentang akibat pelanggaran pancasila Buddhis.
Dengan penerapan pancasila Buddhis dalam kehidupan sehari-hari diharapkan semua umat awam menjalaninya dengan sungguh-sungguh dan membawakan kebahagiaan dalam hidup.

Selasa, 27 Maret 2018

Rabu, 21 Maret 2018

Cara Membuat Tulisan/ Teks Berjalan di Blog

Tulisan berjalan atau yang juga sering dikenal dengan marquee merupakan salah satu fitur unik yang dapat diterapkan pada blog kita, baik pada artikel, judul, maupun nama blog. teks atau tulisan berjalan yang dapat digunakan terdapat banyak macam, seperti bergerak dari kanan ke kiri dan sebaliknya, bergerak dari atas ke bawah dan sebaliknya hingga bergerak mondar mandir dan masih banyak jenis gerakan tulisan lainnya yang dapat diterapkan pada blog dengan menambahkan kode tertentu.

Pada beberapa saat yang lalu saya telah membuat artikel mengenai cara membuat judul blog bergerak dan cara membuat judul postingan bergerak yang juga merupakan penerapan dari fitur teks atau tulisan berjalan ini (marquee). Nah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi beberapa kode untuk membuat teks berjalan yang dapat anda lakukan pada blog dan artikel anda.

1. Tulisan berjalan dari kanan ke kiri
<marquee direction="left" scrollamount="2" align="center">Tulisan Berjalan disini</marquee>
2. Tulisan berjalan dari kiri ke kanan
<marquee direction="right" scrollamount="2" align="center"> Tulisan Berjalan disini </marquee>
3. Tulisan bergerak ke kanan dan kiri
<marquee direction="left" scrollamount="2" align="center" behavior="alternate"> Tulisan Berjalan disini </marquee> 
4. Tulisan berhenti saat scroll berada padanya 
<marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()">Tulisan Berjalan disini</marquee> 
5. Tulisan berjalan dengan fitur jeda
<marquee scrolldelay="500">Tulisan Berjalan disini</marquee>
Keterangan: Scroll amount: Kecepatan teks berjalan
                 Direction: arah gerakan

Cara memasang kode berjalan di postingan (artikel)

1. Klik 'Entri Baru' dan gunakan menu Html (bukan Compose)
Edit Teks Berjalan
Edit Teks Berjalan
2. Masukan kode tulisan berjalan yang anda inginkan
3. Jika telah selesai membuat artikel + efek tulisan berjalannya silahkan 'publish' artikelnya

Cara memasang kode berjalan di widget

1. Klik menu 'Tata letak'
2. Pilih 'Tambah widget' atau edit widget yang telah ada
3. Klik 'HTML/ Javascript'
4. Masukan kode marquee yang anda inginkan disertai kode widget yang ingin anda tambahkan.

Selain 5 jenis efek tulisan berjalan yang saya bagikan diatas, masih terdapat banyak jenis tulisan berjalan lainnya yang dapat divariasikan dengan mengubah atau menambah tag atribut pada kode marquee tersebut. Oleh karena itu silahkan belajar lebih banyak lagi di blog hedryiks ini untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi.

Cara Membuat Tulisan/ Teks Berjalan di Blog ini, semoga bermanfaat

Cara Membuat Judul Berjalan

Bagaimana tampilan judul artikel saya kali ini. Terlihat berbeda bukan dengan tampilan standar judul postingan pada umumnya?. Apa yang terjadi pada judul artikel saya kali ini yaitu adalah efek judul bergerak atau berjalan yang bergerak secara horizontal dari kanan ke kiri. Untuk menerapkan tampilan seperti ini pada artikel atau postingan anda, cara yang dilakukan sangatlah mudah yaitu kita hanya perlu menambah kode <marquee>....</marquee> di judul postingan yang kita buat atau posting. Jadi kita perlu melakukannya secara manual pada setiap postingan yang ingin kita beri efek bergerak tersebut.

Jika masih belum mengerti, ilustrasi tahap membuat judul postingan bergerak ini akan saya jabarkan sebagai berikut:

1. Masuk ke akun blogger anda
2. Klik “Entri Baru” untuk membuat artikel / postingan baru atau bisa juga klik edit entri yang ingin anda beri efek bergerak pada judul postingannya
3. Pada kolom Judul artikel tambahkan kode <marquee>....</marquee> jadi misalkan judul artikel anda adalah cara membuat blog anda tulis menjadi <marquee>cara membuat blog </marquee>

4. Klik “Terbitkan/ publikasikan” postingan yang anda buat tersebut jika telah selesai membuatnya.

Langkah yang sangat mudah bukan?. membuat efek berjalan pada judul artikel ini hanya akan berpengaruh pada sisi visual atau tampilan saja dan tidak berpengaruh terhadap pengindexan maupun SEO blog anda. Oleh karena itu jika kalian ingin membuat tampilan yang menarik seperti Efek Judul Postingan Artikel Bergerak yang ada pada artikel saya ini, silahkan lakukan tahap diatas.

Minggu, 18 Maret 2018

Bijaksana

Lao Zi

Semua orang berbudi baik padaku, bgmana bisa aku membencinya.

Kebaikan org adalah teladanku.
Kesalahan org adalah cermin diri.

Meski aku tak suka pd perbuatannya, tapi rasa _tak suka_ tak sampai membuatku membencinya apalagi merendahkan...

Begitulah hatiku sprt anak kecil lugu dan tak pandai membenci..

😁😁😁

_Semoga seiring bertambah usia hati semakin lugu dan tak pandai benci dan iri..._

_Semoga seiring bertambah usia hati semakin mudah tergugah dan tak tega_

_Semoga seiring bertambah usia hati semakin mampu merelakan tidak lagi cengkram kuat apa yg di punya_

_Semoga seiring bertambah usia hati semakin sadar usia hidup terus berkurang, semakin menyayangi, menghargai dan menikmati hidup yg Tuhan anugerahkan_

Rabu, 14 Maret 2018

Keindahan kodrati seorang manusia


Keindahan kodrati seorang manusia
Oleh Bu Binyu Mettalina Chu, A.Md.


Sebuah foto  tentang terwujudnya keindahan kodrati seorang anak yg membuat saya selalu tersenyum☺

Lagi - lagi Steven menampakan fenomena yg sungguh menghangatkan kalbu.
Anak ini benar-benar telah hidup dalam kehidupan di SMP. Sudah beberapa kali dia menggugah hati saya dgn sikap baiknya.

Cerita terakhir ini benar - benar membuat saya tersenyum dan semakin sayang padanya. Ank ini sejak SD sudah suka bantu di soundsystem. Dan semenjak naik SMP dia benar -benar lebih menguasai perangkat soundsystem. Bukan hanya menguasai tapi malah selalu bekerja labih dan penuh perhatian.

Waktu bantu-bantu vihara, dia mendapatkan ada speaker di Auditorium yang tdk dipakai. Lalu dia pun minta izin sama Shi hai utk di pindahkan ke GOR sekolah. Saat saya melihat speaker yg sdh dipasang, dia langsung bilang: Bu ini speaker yg lebih  bagus dari yg kita miliki. Sy bertanya kamu ambil darimana. Dia pun bilang ambil dari Auditorium, tapi sudah permisi dan meminta izin kebetulan juga memang sudah tdk dipakai lagi. Daripada letak di sana saja lebih baik dimanfaatkan untuk sekolah.

Hanya seorang anak pelajar kelas 9 pun bisa memiliki perhatian lebih begini ini ,benar-benar sangat bersyukur dan berterima kasih ( 很感恩 )

Ternyata Steven tidak berhenti di sana, kemarin  waktu dia masuk ke ruang Admin , matanya pun melirik  melihat perangkat audio di sudut yg sudah hitungan tahun terbengkalai. Dia pun mengambil utk diutak atik. Pak Ming bilang speaker Bu.Binyu yg di ruang guru kan sudah jelek, kamu gantikanlah dgn ini. Dia segera bergerak cepat, saat mendptkn salah satu speaker audio yg rusak, dia pun minta izin utk dibawa plg perbaiki sendiri.

Kemarin saya hanya mendapatkan informasi speaker di ruang guru akn diganti. Tapi saya benar -benar tdk menyangka dibuat sebagus dan serapi ini. Saya tdk perlu utak atik lagi, krn Steven menyusunnya dgn cara cukup memasang satu colokan, dan semua sdh siap dioperasi. Dia tahu kami setiap senin hingga kamis pagi akan bernyanyi bersama, maka dia pun membuat pengoperasian sound system menjadi semakin mudah. 真的很贴心。

Prestasi keindahan dari sikap prilaku yg baik lebih menyentuh hati saya daripada sekadar prestasi akademis, karena prestasi keindahan perilaku baik barulah benar - benar memberikan manfaat pada kehidupan nyata☺

Minggu, 11 Maret 2018

Riwayat Buddha Gotama dari Kelahiran hingga Mahaparinibbana

*Riwayat Buddha Gotama dari Kelahiran hingga Mahaparinibbana*

Kisah yang dimulai dari Kelahiran Pangeran Siddhatta, Pencarian jalan untuk pembebasan dari samsara, Pencapaian kesucian dan menjadi Sammasambuddha, hingga beliau Parinibbana.
Kisah-kisah ini dikemas dalam bentuk animasi menarik dan disertai teks Indonesia yang mempermudah kita untuk memahami cerita tersebut.

*Kelahiran Boddhisatta Siddharta*
https://youtu.be/oUcifBoywCs

*Kehidupan di Istana*
https://youtu.be/4xVOiVUtwDw

*Masa Bertapa dan Penerangan Sempurna*
https://youtu.be/j-mkh1HBdkQ

*Pembabaran Dhamma Pertama*
https://youtu.be/9Ji39aRN-0A
*Riwayat Buddha Gotama dari Kelahiran hingga Mahaparinibbana*

Kisah yang dimulai dari Kelahiran Pangeran Siddhatta, Pencarian jalan untuk pembebasan dari samsara, Pencapaian kesucian dan menjadi Sammasambuddha, hingga beliau Parinibbana.
Kisah-kisah ini dikemas dalam bentuk animasi menarik dan disertai teks Indonesia yang mempermudah kita untuk memahami cerita tersebut.

*_Kisah Lanjutan_*

*5. Para Siswa Utama (Sariputta & Moggalana)*
https://youtu.be/BENGfXBkPn4

*6. Dharma untuk Keluarga di Kapilavastu*
https://youtu.be/xG4_90mCEwM

*7. Para Pangeran menjadi Bhikkhu*
https://youtu.be/Ntour1kw9eY

*8. Devadatta Penentang Buddha*
https://youtu.be/4IGiiSuuqA0



_sebarkan pesan ini. Anumodana_

Khotbah Pertama Sang Buddha kepada lima pertapa


Senin dulu baru selasa 
Senyum dulu sebelum membaca 😊



Seperti yang kita ketahui sebagai umat Buddha , Sang Buddha mencapai pencerahan ( Bodhi ) di Hutan Gaya tepatnya di bawah pohon Bodhi. 
Pada awalnya terdapat keraguan dari Sang Buddha untuk mengajar Dhamma. Mengapa bisa begitu ? 
karena manusia masih diliputi oleh lobha, moha , dan dosa. 

jadi, untuk memahami khotbah Dhamma yang disampaikan oleh Buddha , tentulah tidak mungkin. tetapi bukan berarti Sang Buddha tidak mengetahui ada juga sebagian manusia yang mempunyai sedikit kemelekatan pada lobha, moha dan dosa. Apabila mereka sungguh - sungguh mendengarkan Dhamma,merenungkan Dhamma dan  melaksanakan Dhamma mereka juga pada akhirnya juga akan mencapai pencerahan.

karena Sang Buddha mengetahui hal tersebut ditambah lagi Brahmana Sahampati juga sudah memohon kepada Sang Buddha. Akhirnya Sang Buddha memutuskan untuk mengajarkan Dhamma.

pertama Sang Buddha ingin mengajarkan Dhamma kepada gurunya yaitu Alara Kalama , tetapi gurunya tersebut telah meninggal dunia tujuh hari yang lalu.

lalu, Sang Buddha ingin mengajar kepada gurunya juga yang kedua yaitu Udakka Ramaputra, tetapi Sang Buddha di beri penglihatan kalau gurunya tersebut kemarin malam telah meninggal dunia.

Sang Buddha lalu teringat lima petapa  yang menemaninya dalam pertapaan keras. Dengan mata Buddha, Sang Buddha melihat, kalau mereka sekarang sedang berada di TamanRusa Isipatana dekat Baranasi. Maka Sang Buddha pun memutuskan untuk kesana , mengajarkan Dhamma.

Maka dimulailah perjalanan Sang Buddha menuju Baranasi, ditempuh oleh Sang Buddha dengan berjalan kaki


perjalanan Sang Buddha untuk sampai di tempat tujuan di tempuh selama 7 hari 7 malam. 


.dalam perjalanannya Sang Buddha bertemu dengan Upaka. saat bertemu Upaka bertanya kepada Sang Buddha "Indra - Mu sangat tenang. kulit-Mu cerah dan bersinar. Siapakah guru-Mu ?"

Pancadhamma

lima kewajiban kita

1. Menyayangi semua bentuk kehidupan ( Metta-karuna )
2. Suka berdana atau bersedekah
3. Berpuas hati
4. Berbicara Jujur
5. Menjaga penyadaran dengan tidak mencoba narkoba dan miras