Informasi SMW Batam
Tampilkan postingan dengan label Materi Agama kelas IX Semester 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Agama kelas IX Semester 1. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 Maret 2019
Jumat, 08 Maret 2019
EMPAT-KESUNYATAAN-MULIA” ( Cattari-Ariya-Saccani )
Cattari Ariya Saccani dan Tilakkhana
Bahwa didalam dunia ini sesungguhnya tersimpan “EMPAT-KESUNYATAAN-MULIA” ( Cattari-Ariya-Saccani ), yaitu :
1. Hidup itu adalah penderitaan ( dukha-sacca ; kebenaran suci tentang penderitaan sebagai hakekat dari kehidupan )
2. Sebab penderitaan adalah nafsu-keinginan ( samudaya-sacca ; kebenaran suci tentang penyebab lahirnya penderitaan )
3. Lenyap / berakhirnya penderitaan ; NIBBANA ( Nirodha-sacca ; kebenaran suci tentang padamnya penderitaan saat pencapaian “Nibbana” )
4. Jalan menuju berakhirnya penderitan ; Ariya-Atthangika-Magga ( Magga-sacca ; kebenaran suci tentang satu-satunya “Jalan” yang mengantar pada pengakhiran penderitaan, pengakhiran dari siklus kelahiran dan kematian dalam samsara )
Untuk menjelaskan mengenai “dukkha-sacca”, maka Sang-Buddha membabarkan “ti-lakkhana” ; tiga corak dunia , ialah :
1. Sabbe sankhara anicca ; segala sesuatu yang tercipta / terbentuk / tersusun dari unsur-unsur adalah TIDAK-KEKAL.
2. Sabbe sankhara dukkha : segala sesuatu yang tercipta / terbentuk / tersusun dari unsur-unsur adalah PENDERITAAN.
3. Sabbe Dhamma Anatta : segala sesuatu , baik yang tercipta maupun yang tidak tercipta / tidak terbentuk / tidak tersusun dari unsur-unsur, adalah : TANPA-AKU, TANPA-DIRI ; Anatta berarti : tidak-ada AKU, tidak-ada PRIBADI.
Empat Kesunyataan Mulia serta Ti-lakkhana , bukanlah ciptaan para Buddha.
Namun, kedua hal itu adalah kesunyataan, hukum abadi yang ada di dalam samsara. Hanya saja, sebelum terlahirnya seorang Samma-Sambuddha, kesunyataan tersebut bagaikan tertutup reruntuhan dan ilalang, sehingga para makhluk tidak mampu mengenalinya.
Penembusan terhadap keempat “Kesunyataan-Mulia” tersebut diatas, itulah PENCERAHAN.
(Ilustrasi) :
Seorang penjudi, sebelum mencapai “pencerahan”, akan selalu tergila-gila dengan kehidupan perjudiannya. Ia merasa ketagihan, tergiur, meskipun sudah berkali-kali merasakan dan mengetahui, bahwa perjudian yang ia geluti semakin hari hanyalah semakin menjerumuskan hidupnya pada kehancuran, pada penderitaan. Ia tahu, bahwa dengan bergelut dalam dunia perjudian, pada akhirnya, apa yang akan ia temukan hanyalah : KEHANCURAN dan KEMATIAN.
Suatu ketika, ia mencapai Pencerahan, dan ia-pun menyadari “Empat-Kesunyataan-Mulia” dari kehidupan perjudian tersebut :
1. Perjudian adalah Penderitaan.
2. Sebab penderitaan adalah nafsu keinginan untuk terus berjudi.
3. Lenyapnya penderitaan dari perjudian
4. Jalan menuju lenyapnya penderitaan dari perjudian
Disaat penembusan ini, ia membebaskan dirinya dari jerat-jerat perjudian lagi. Ia menyadari, bahwa perjudian adalah KOSONG, kosong dari kebahagiaan sejati. Ia kini telah menjadi seseorang yang “tercerahkan” ; ia telah menjadi seseorang yang merealisasi NIBBANA!
Bahwa didalam dunia ini sesungguhnya tersimpan “EMPAT-KESUNYATAAN-MULIA” ( Cattari-Ariya-Saccani ), yaitu :
1. Hidup itu adalah penderitaan ( dukha-sacca ; kebenaran suci tentang penderitaan sebagai hakekat dari kehidupan )
2. Sebab penderitaan adalah nafsu-keinginan ( samudaya-sacca ; kebenaran suci tentang penyebab lahirnya penderitaan )
3. Lenyap / berakhirnya penderitaan ; NIBBANA ( Nirodha-sacca ; kebenaran suci tentang padamnya penderitaan saat pencapaian “Nibbana” )
4. Jalan menuju berakhirnya penderitan ; Ariya-Atthangika-Magga ( Magga-sacca ; kebenaran suci tentang satu-satunya “Jalan” yang mengantar pada pengakhiran penderitaan, pengakhiran dari siklus kelahiran dan kematian dalam samsara )
Untuk menjelaskan mengenai “dukkha-sacca”, maka Sang-Buddha membabarkan “ti-lakkhana” ; tiga corak dunia , ialah :
1. Sabbe sankhara anicca ; segala sesuatu yang tercipta / terbentuk / tersusun dari unsur-unsur adalah TIDAK-KEKAL.
2. Sabbe sankhara dukkha : segala sesuatu yang tercipta / terbentuk / tersusun dari unsur-unsur adalah PENDERITAAN.
3. Sabbe Dhamma Anatta : segala sesuatu , baik yang tercipta maupun yang tidak tercipta / tidak terbentuk / tidak tersusun dari unsur-unsur, adalah : TANPA-AKU, TANPA-DIRI ; Anatta berarti : tidak-ada AKU, tidak-ada PRIBADI.
Empat Kesunyataan Mulia serta Ti-lakkhana , bukanlah ciptaan para Buddha.
Namun, kedua hal itu adalah kesunyataan, hukum abadi yang ada di dalam samsara. Hanya saja, sebelum terlahirnya seorang Samma-Sambuddha, kesunyataan tersebut bagaikan tertutup reruntuhan dan ilalang, sehingga para makhluk tidak mampu mengenalinya.
Penembusan terhadap keempat “Kesunyataan-Mulia” tersebut diatas, itulah PENCERAHAN.
(Ilustrasi) :
Seorang penjudi, sebelum mencapai “pencerahan”, akan selalu tergila-gila dengan kehidupan perjudiannya. Ia merasa ketagihan, tergiur, meskipun sudah berkali-kali merasakan dan mengetahui, bahwa perjudian yang ia geluti semakin hari hanyalah semakin menjerumuskan hidupnya pada kehancuran, pada penderitaan. Ia tahu, bahwa dengan bergelut dalam dunia perjudian, pada akhirnya, apa yang akan ia temukan hanyalah : KEHANCURAN dan KEMATIAN.
Suatu ketika, ia mencapai Pencerahan, dan ia-pun menyadari “Empat-Kesunyataan-Mulia” dari kehidupan perjudian tersebut :
1. Perjudian adalah Penderitaan.
2. Sebab penderitaan adalah nafsu keinginan untuk terus berjudi.
3. Lenyapnya penderitaan dari perjudian
4. Jalan menuju lenyapnya penderitaan dari perjudian
Disaat penembusan ini, ia membebaskan dirinya dari jerat-jerat perjudian lagi. Ia menyadari, bahwa perjudian adalah KOSONG, kosong dari kebahagiaan sejati. Ia kini telah menjadi seseorang yang “tercerahkan” ; ia telah menjadi seseorang yang merealisasi NIBBANA!
Minggu, 11 Maret 2018
Riwayat Buddha Gotama dari Kelahiran hingga Mahaparinibbana
*Riwayat Buddha Gotama dari Kelahiran hingga Mahaparinibbana*
Kisah yang dimulai dari Kelahiran Pangeran Siddhatta, Pencarian jalan untuk pembebasan dari samsara, Pencapaian kesucian dan menjadi Sammasambuddha, hingga beliau Parinibbana.
Kisah-kisah ini dikemas dalam bentuk animasi menarik dan disertai teks Indonesia yang mempermudah kita untuk memahami cerita tersebut.
*Kelahiran Boddhisatta Siddharta*
https://youtu.be/oUcifBoywCs
*Kehidupan di Istana*
https://youtu.be/4xVOiVUtwDw
*Masa Bertapa dan Penerangan Sempurna*
https://youtu.be/j-mkh1HBdkQ
*Pembabaran Dhamma Pertama*
https://youtu.be/9Ji39aRN-0A
*Riwayat Buddha Gotama dari Kelahiran hingga Mahaparinibbana*
Kisah yang dimulai dari Kelahiran Pangeran Siddhatta, Pencarian jalan untuk pembebasan dari samsara, Pencapaian kesucian dan menjadi Sammasambuddha, hingga beliau Parinibbana.
Kisah-kisah ini dikemas dalam bentuk animasi menarik dan disertai teks Indonesia yang mempermudah kita untuk memahami cerita tersebut.
*_Kisah Lanjutan_*
*5. Para Siswa Utama (Sariputta & Moggalana)*
https://youtu.be/BENGfXBkPn4
*6. Dharma untuk Keluarga di Kapilavastu*
https://youtu.be/xG4_90mCEwM
*7. Para Pangeran menjadi Bhikkhu*
https://youtu.be/Ntour1kw9eY
*8. Devadatta Penentang Buddha*
https://youtu.be/4IGiiSuuqA0
_sebarkan pesan ini. Anumodana_
Kisah yang dimulai dari Kelahiran Pangeran Siddhatta, Pencarian jalan untuk pembebasan dari samsara, Pencapaian kesucian dan menjadi Sammasambuddha, hingga beliau Parinibbana.
Kisah-kisah ini dikemas dalam bentuk animasi menarik dan disertai teks Indonesia yang mempermudah kita untuk memahami cerita tersebut.
*Kelahiran Boddhisatta Siddharta*
https://youtu.be/oUcifBoywCs
*Kehidupan di Istana*
https://youtu.be/4xVOiVUtwDw
*Masa Bertapa dan Penerangan Sempurna*
https://youtu.be/j-mkh1HBdkQ
*Pembabaran Dhamma Pertama*
https://youtu.be/9Ji39aRN-0A
*Riwayat Buddha Gotama dari Kelahiran hingga Mahaparinibbana*
Kisah yang dimulai dari Kelahiran Pangeran Siddhatta, Pencarian jalan untuk pembebasan dari samsara, Pencapaian kesucian dan menjadi Sammasambuddha, hingga beliau Parinibbana.
Kisah-kisah ini dikemas dalam bentuk animasi menarik dan disertai teks Indonesia yang mempermudah kita untuk memahami cerita tersebut.
*_Kisah Lanjutan_*
*5. Para Siswa Utama (Sariputta & Moggalana)*
https://youtu.be/BENGfXBkPn4
*6. Dharma untuk Keluarga di Kapilavastu*
https://youtu.be/xG4_90mCEwM
*7. Para Pangeran menjadi Bhikkhu*
https://youtu.be/Ntour1kw9eY
*8. Devadatta Penentang Buddha*
https://youtu.be/4IGiiSuuqA0
_sebarkan pesan ini. Anumodana_
Langganan:
Postingan (Atom)
Pancadhamma
lima kewajiban kita
1. Menyayangi semua bentuk kehidupan ( Metta-karuna )
2. Suka berdana atau bersedekah
3. Berpuas hati
4. Berbicara Jujur
5. Menjaga penyadaran dengan tidak mencoba narkoba dan miras